oleh : Annisa Nurjannah
Sudah sesering ini , tapi masih gugup juga . padahal ia kakakku sendiri .
“eh elu.. kira siapa” sialan logatnya makin lama makin tidak enak saja didengar di telinga . kasar . dasar anak sel .
“emang ada kak yang pernah jenguk selain aku? Oh iya , nih aku bawain mie pangsit lagi” menyodorkan mie
“ya kagak ada lah” sibuk membuka rantang
“kak?”
“hah apa?” mulai kelolotan ,terlalu nafsu menyantap mie yang sudah dingin karena ac mobil
Ya aku sudah punya title yaitu S.H , sudah dibibit oleh ayah tiriku . tumbuh semakin berakar luas , semakin tinggi batangnya dan ranting-ranting yang semakin kuat pula menopang daun-daun baru yang mengeluarkan harum-harum oksigen untuk dipersembahkan kepada pagi . mungkin ayah tiriku bosan hidup , ia yang member bibit , ia juga yang pasti akan ku tumbangkan . tak ada jawaban , kulihat ia masih khusyuk dengan mie nya
“lama?” ia menyadarkan lamunan ku
“mungkin tiga sampai empat bulan”
“ohh..” aiiih.. joroknya .. makan mie nya pake tangan -,-
“ka ini ka , kan udah aku bawain sumpit” sambil memberikan sumpit
“ah kelamaan!” mendorong tanganku
Kutungguinya sampai selesai makan
Dengan mengelap sembarangan mulutnya dengan tangan . tanpa minum juga . ia memulai percakapan .
“gua boleh minta sesuatu sama lo?” mulai serius dari tatapan matanya
“apa ka? Oleh-oleh?”
“bukan..” sambil melambaikan tangannya dengan pelan
“lantas?”
Menundukkan kepala dan mulai berbisik ke arahku “tolong lu selidikin lagi cowo yang ada di pemakaman ayah waktu itu”
“aku aja gak tahu mukanya ka”
“foto-foto dia ada di laci kamar gua , pokoknya gua ngambil gambar dia pas nyokap dikuburin”
“hmm..” pura-pura mengerti
“lu ngurusinnya abis pulang dari Singapore aja kali . oke?” wajahnya sumringah sekali
Sambil mengeluarkan reminderku .
“hm hm coba kita lihat . sekarang bulan mei , tiga bulan lagi.. bulan juni , juli , agustus . sekarang tanggal berapa ka?”
“auu..” sambil memainkan kuku-kukunya yang kotor
“dua puluh satu . hmm… berarti tanggal dua puluh satu agustua ya kak . gimana tadi perintahnya? Subject : kasus kak ari . contents : cari tahu cowo yang ada di pemakaman ayah sama ibu . place :foto cowo itu ada di laci lemari kamar kakak . time : 06.00 am . alarm :on . udah nih ka . beress.. !” nyengir lebar dihadapan wajahnya
Hahhaha dalam hidupku aku paling tidak suka membela orang yang terang-terangan bersalah . aku tahu kakakku memang bersalah . itu ide gila yang harus ku dengar . sudah selama itu dia dipenjara , masih saja mengingat pria itu . kelam . aku paling suka hal ini . dimana aku biasa menggunakan otak kanan dan kiriku secara bersamaan . sengaja saat ku sebutkan semuanya tadi , saat mengetik reminderku . padahal yang ku ketik isinya adalah mengirimnya ke tempat rehabilitasi lagi , bahwa kakakku belum sembuh total dari penyakit kejiwaannya , psikopat . hufft.. dilihat dari wajahnya , memang tak Nampak penyesalan sedikit pun dengan apa yang sudah dilakukan kepada ibuku , ibu kami , bahwa ia telah membunuhnya .
“maaf , waktu jam besuk sudah habis” petugas kepolisian mengingatkan
“iya sebentar lagi pak”
“kak gaya ya kak” sambil mengeluarkan handphone
“hah! Mau poto gua?”
“ya kak . gaya yang cantik ya kak , 1.. 2… 3..”
Click---- ditimpahi cahaya blitz
Singapore , 19 agustus
Taman ini bersaksi atas galauanku . menertawakanku karena ku menagis sambil memakan ice cream . garden by the bay lebih indah dari taman kota manapun asri , megah , bercahaya , berani menghiasi malamku yang agung nan kelam ini . tiga ribu kaca ringan yang tergantung kadang tertutupi oleh selubung yang bergerak untuk menjaga suhu dingin di dalam kubah konservasi tiu. Dalam terik lampu yangs sepanas ini masih bisaku rasakan dingin menggigil . berjalan sendiri memandangi tak mampu ku menandingi menara payung cakar terbalik memesonaku . sampai-sampai masih biasa ku buat jurnal sebelum aku kembali ke Indonesia delapan belas jam lagi . jurnal hanyalah klise . klise untuk menutupi dan semoga bisa melupakan atas kejadian kemarin-kemarin yang telah menjatuhkan client ku , menjatuhkan harga diriku juga ! menggugurkan prinsip.
Klik---
Klik , klik , klik---- hanya kamera ini yang spontan membuatku tersenyum lagi .
Sesekali memang ini mainan terlucu yang ku punya . aku sempat memberikan nama untuknya . Tomi . cukup lucu bukan? Sangat lucu, untuk mendampingi hidupku yang lucu juga . lucu penuh kemunafikan . dia sedikit basah entah karena air mataku atau karena es krim ini .
“excuse me sir, can you tell me where is the toilet?” sambil menuntuni anaknya yang kebelet buang air kecil .
“sorry mam , this is the first time I've been here”
“okay thanks” kayaknya masih terburu-buru
Ya tuhan… seharusnya yang kau kirim wanita cantik yang ingin dinikahi dikawini . bukan… memang sih cantik , tapi..kenapa harus yang sudah memiliki anak?
MARINE BAY HOTEL
Pagi . saatnya packing . aku kehabisan tiket pagi untuk pulang ke Jakarta . entah berapa banyak baju yang ku bawa dari Indonesia kesini , tapi kenapa sekarang malah lebih banyak , oalaahh..
“KTP siapa ini? Tampan sekali . Samudera Aditya , S.H . islam . belum kawin , masa bakti KTP tinggal setahun lagi , sial“
Sudah masukan! Masukan! Melihat KTP sendiri hanya bias menambah luka saja . sungguh ngeri kalau setahun lagi perpanjang KTP tapi tak bisa mengubah status lajangku ini . apa aku harus ikutan biro jodoh? Ah gila. Kasihan kakakku , aku tak mau melangkahi dia . semoga aku bisa bersabar untuk menunggu tiga tahun ke depan , menunggu ia bebas dari tempat liar itu .
“hahahah foto ini . ngeri sekali bila harus membawanya pulang ke Indonesia “ Melihat dan langsung memasukkan ke dalam dompet , sebuah foto cetak 3x4 .
Itu foto kakak . geli sekali melihat tingkahnya . disuruh gaya yang cantik , malah bergaya dengan kedua tangannya membentuk cakar dan dihiasi mimik muka seram . pertama kali melihatnya sangat kaget , kenapa dia harus memilih gaya itu? Hampir ketakutan malah hampir membuatku giat untuk meninggalkan Indonesia . sampai takut untuk mencetak foto itu juga , hahah.
Drt..drt..
Sms dari mamang . hmm..
I den kalo udah nyampe sukarno sms mamang ye..
Options , replay l Ye :P
Sehabis packing , kuputuskan lari pagi dulu untuk merasakan angin Singapore yang entah bagaimana harumnya aku sulit menjelaskan . hanya berlari kecil disekitar hotel . perasaan masih tak enak .matahari masih sibuk dalam keceriaannya . tak mau memberitahuku kenapa hatiku masih sebegini ruwetnya.
“apa dia masih hidup? Apa dia sudah normal? Jangan-jangan dia bisa lebih normal daripada aku “
Kalau dihitung-hitung sudah hampir setahun lebih ia pergi dari rumah . pergi karena malu . kadang ingin sekali menghubunginyakarena memang benar hanya rindu yang ada . rindu bermain bersama , ya walaupun kita memang tak lagi muda . tapi aku takut jika menghubunginya , ia akan menganggap aku peduli padanya . peduli akan perasaannya yang tak wajar terhadapku . pria suka pria . kau tahu gay kan? Ya , saudara tiriku pernah ku pergoki menulis diary yang isinya penuh dengan foto-fotoku . arrgghhh…. Menggelikan .. sehabis kejadian itu paginya ia tak kelihatan , dicari ke kamarnya pun tak ada . kalaupun ia hanya sekedar membuat album foto di diarynya , kenapa harus kabur dari rumah?dia juga mengikuti jejakku dalam usia segitu belum mempunyai kekasih .
Jakarta , 03:17 PM
I Mang jemput
Sending success !
“mendingan sholat ashar dulu sambil nunggu mamang hmm” sambil melihat jam di hp
Di mobil
“gimana mang rumah sehat?”
“hahahah yah aden bukannya nanya keadaan mamang dulu”
“mamang mau banget ditanya? Ih mamang gemukan nih kayaknya” sambil ninju lengan kiri mamang .
“iya , abis rumah aden enak sih banyak makanannya , mulut maunya ngeganyem mulu”
“hahaha. Rumah rame terus dong mang? Asik dong? Gimana mang rasanya jadi orang kaya?”
“ih satu-satu dong den nanyanya?”
“hmm… lemot deh nih otaknya .makan mulu sih..” menyenderkan tubuh ke kursi lagi.
“rame ya tadi den?”
“ye”
“ya.. rame.. anak-anak pada lari-larian . teriak-teriakan. Ya cuma gitu deh den , tenggorokan suka sakit”
“lah kenapa? Salah makan kali…”
“engga… manggilin anak-anak biar jangan lari-larian , ngeri kepeleset . rumah aden gede sih, ya jadi harus teriak. Kalo ga teriak , ga kedengeran kan den”
“hahaha ih asik tuh rame banget pasti .hmmm mamang punya video nya?”
“punya . tapi pake hp den”
“yaudah gampang nanti saya burning dulu biar bias nonton bareng-bareng”
“trus tadi nanya apa lagi den?”
“hmm,, oiya gimana mang rasanya jadi orang kaya mendadak?”
“enak gak enak sih den”
“enaknya?”
“sarapan painya ada , pokoknya makan mulu deh den”
“ga enaknya?”
“saya ga biasa den , tidur di kasur yang bagus “
“jiahahaha. Tiga bulan loh mang , masa ga bias ngerasa biasa sih tidur dikasur begituan?”
“ya maklumin aja sih den . dasarnya emang orang miskin”
“tapi mamang senengkan?”
“beehh.. bukan seneng lagi den . bahagia sejahtera sentosa dah pokoknya . makasih banyak ya den , udah sempet ngerasain kehidupan aden , idup enak , jadi orang kaya . tapi saya jadi gak enak sama aden , saya kesannya jadi kayak makan gaji buta den”
“ya enggak dong mang . kan mamang tugasnya jagain rumah saya . itu gak gampang loh mang jagain rumah segede gitu . masih sering jaga malem kan mang?”
“iya den pastinya . tapi paginya saya pake buat tidur den , pas udah selesai sarapan den”
“hoo..”
“saya udah ganti nama dong den..”
“kapan slametannya? Kok gak ngasih tau sih?” heran seheran-herannya
“surtamin jadi surtalong.. alias surta kalong , bwahahahah”
“bwahahaha… gak lucu tapi” mematahkan tawaan
“yah gak lucu ya den?”
ZzzZ… purapura tertidur . haha itulah aku..
Kenapa nama surtamin taka sing ya?oohh… nama almarhum ayah! kan juga ada ‘surta’ nya . mungkin ayah berjasa saat kelhirannya? Entahlah… sepeti apa jasanya. Or may----
Ah lebih baik ku tidur beneran..
“hoaaammz…” berpindah posisi , jadi berbaring di kursi belakang.
“den? Yah ampunn..” sambil menoleh kea rah kursi belakang .” oh.. gitu ya… pura-pura tidur..”
Teeettttt------- klakson tiba-tiba ditekan dengan sengaja
Kubalas dngan lemparan bola bantal ke arahnya .sangat keras . aku langsung brbaik badan . tak peduli . lemparan tadi mengenainya atau tidak , atau bahkan malah melukai hatinya , benar-benar tak peduli , tapi ku rasa itu tidak mungkin .
Di rumah
Ah segarnya . mandi sore kali ini , begitu segar dan kembali lagi kepada air yang kucintai . kepada wangi-wangi yang telah berhasil merobek jantungku dalam kebisuan dan keheningan ditinggalkan para merpati yang beberapa menit lalu ramai menyuarakan hati , hati yang etrluka, hati yang bahagia , hati yang merindu .
Ku telusuri hingga sudut rumah tikus di rumahku . hah kenapa rumah ini tak bias menjadi kecil? Orang lain akan sesak bila tinggal dikontrakan tapi bagiku bias saja itu surge kecil yang harus dihiasi dengan kesehajaan diri . tapi siapa yang tahan?
Rumahku memang besar , tapi siapa yang berani setiap malam memang benar tak ada suara apapun . bagiku semakin besar rumah , akan semakin mencekik ku dalam kesendirian ini di dunia sesak ini . karena semuanya trlihat mubazir , taka akan setiap hari juga , ku injak lantai dapur , ku injak kamar almarhum kamar ayah dan almarhumah ibu , ku injak kamar ayah bangsat , kamar saudara tiri yang ku sayangi tapi menggelikan juga kamar kak ari –wanita pintar dan anggun ‘dulunya’ , sekarang? Aku tak tahu apakah ia masih wanita atau bukan?- tak ada yang berubah ternyata , bau pintunya masih sama , debu-dbu yang menempel pun makin tebal.
Masih dengan handuk kecil yang ku gantungi di leher . sambil mengaruk-garuk kepala ku yang gatal , mungkin karna berganti-ganti shampoo , telah membuat ku berani memasuki kamar kak ari . kunyalakan lampu kamarnya. Dinding bergradasi pink-putih , sprainya masih pink , juga boneka-boneka beruangnya masih memegang bentuk hati berwarna merah tua bertuliskan ‘LOVE’ . semoga penunggu ruangan ini sama cintanya kepadaku seperti ia menjaga barang-barang milik kakak .
“assalamualaikum..” mungkin mereka semua yang ada di sini akan asing dengan suara ku.
Ku kelilingi kamarnya yang begitu pengap . tak ada jendela sama sekali di sini .tak perlulah ku tunggui remindrku berbunyi, yang jelas aku masih hafal bagaimana perintah kakakku .
Ku buka laci toilet riasnya yang terkunci .memang hanya berisikan tumpukan foto disini . tapi pria yang mana yang dimaksudkan oleh kakak? Ooh, ini dia ! mungkin yang ini..
Ditandai dengan spdol warna pink , berbentuk hati lagi . tunggu sebentar , ia bersama anak kecil di depannya , memegang pundaknya…
“anak kecil ini kan…?!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar