Selasa, 14 Oktober 2014

Ekonomi di negara Iran ~~ by Annisa Nur Jannah



“Republik islam iran
memakai sistem ekonomi Islam,
sedangkan Indonesia dual sistem,
yaitu ekonomi konvensional dan ekonomi syariah”
Secara filosofi dan landasan, antara Iran yang berbasis ajaran syi’ah dengan ekonomi syariah di Indonesia yang menganut paham sunni sebenarnya tidak jauh berbeda. Akan tetapi pada aplikasi akad dan kontrakekonomi syari’ah di Indonesia dengan yang di Iran. Seperti kontrak di perbankan, asuransi, dan sukuk.
            Rasulullah bersabda, “setiap umat pasti mendapat cobaan (fitnah) sedangkan cobaan umatku adalah harta”. HR Turmudzi
            Ekonomi Iran adalah camuran Ekonomi Perencanaan Sentral dengan sumbe minyak perusahaan-perusahaan utamanya dimiliki pemerintahan, dan juga terdapat beberapa perusahaan swasta. Pertumbuhan ekonomi Iran stabil semenjak dua abad yang lalu.
            Pada abad ke-21, persenan sektor jasa dalam pengeluaran kasarnya, PNK, adalah yang tertinggi , diikuti dengan pertambangan dan pertanian 45% belanja negara adalah hasil pertambangan minyak dan gas alam, dan 31% dari cukai. Pada 2004, PNK Iran diperkirakan sebanyak $2.440 per kapita.
            Rekan dagang Iran adalah Cina, Rusia, Jerman, Perancis, Italia , Jepang , dan Korea Selatan. Semetara itu semenjak 90-an, Iran mulai meningkatkan kerjasama ekonomidengan beberapa negara berkembang termasuk Suriah, India, dan Afrika Selatan