Kamis, 30 Januari 2014

puisi - Senyum Manis Indonesiaku

Oleh : Annisa Nurjannah


Kini tidak hanya merdeka
Lelang alam dimana-mana
Seraut manis permata
Menghiasi kalbumu
Lautan makin membiru
Makin bersinar dengan intan-intan karangnya

Bangkit aral
Tak melupakan sejarah yang telah bicara

Anggun elok pemuda-pemudi
Menjenjangkan kaki-kakinya
Menari bebas menelusuri adat dan budayanya
Menggelakkan matanya
Menyudut penuh keyakinan

Mereka yang mengadahkan
Mohon ampun, mohon petunjuk
Apabila guratan datang
Kembali lagi kepada sembahannya
Karena kali ini sempat sunyi
Dan kami menghargai

Atap-atap yang menyokong
Bayangan tiang-tiang mahakarya
Pelindung pondasi keluarga mentari

Pengantin memakai kain keramatnya
Mahkota pemberi tahta baru
Arak-arakan pesta rakyat
Tak bisa ditolak semaunya

Warna-warni makhluk tanah
Tak pernah bisa melupakan ciri kami
Tak pernah bisa bedakan kami

Apabila musuh datang lagi
Kami siap memerangi
Dengan mata pisau berbeda-beda
Yang kami miliki

Himpunan nada-nada indah
Tersembunyi di dalam bambu
Sering mendamaikan riuh di dalam dada

Beribu langgam telah tersedia
Logat-logat pribumi yang mendarah daging
Menguatkan suara hati
Singa tenggara ini

Senyum manis Indonesiaku
Makin membentang
Untaian zamrut khatulistiwa
Terlambangkan Sabang Merauke


Tak memisahkan jiwa-jiwa para pengabdi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar